pertemuan ke 7
“Pengolahan Limbah
Galvanis (Zinc Ash) Menjadi Seng Oksida (ZnO) Menggunakan Senyawa
Organik”
Galvanization (atau galvanisasi) adalah proses penerapan
protective zinc coating pada baja atau besi, untuk mencegah terjadinya karat.
Meskipun galvanisasi dapat dilakukan dengan elektrokimia, metode yang paling
umum digunakan saat ini adalah hot-dip galvanisasi, bahan baja di rendam
didalam bak zinc cair (molten zinc).Secara kasat mata apa beda antara galvanis
dapat dikenali dengan warnanya yang silver atau bronze namun tidak mengkilat
atau doff. Warna ini disebut juga dull silver. Sedang proses galvanis ada
dua macam,yaitu:
1. Pertama adalah
electro-plating atau UCP Galvanis. Proses ini dengan cara memberi aliran
listrik dalam kolam galvanis. Sehingga partikel galvanis menempel pada besi
sampai ketebalan yang diinginkan.
2. Kedua adalah hot-dip
galvanis (hot dipped galvanized), yaitu dengan mencelupkan besi ke dalam kolam
galvanis panas. Semakin sering dicelup semakin tebal lapisan galvanisnya.
Selain pelapisan logam, untuk proses antikarat dikenal juga pengecatan dengan
cat zinc chromate. Cat zincromat dipakai pada industri kapal dan konstruksi
yang bersentuhan dengan air. Ketahanan zincromat dengan 2 kali aplikasi bisa
sampai 2 tahun
Limbah Galvanis
Limbah galvanis terdiri atas :
Limbah galvanis terdiri atas :
1.
Zinc Dross95-98(wt.%)
2.
Zinc Ash60-85(wt.%)
Seng Oksida (ZnO)
1. ZnO merupakan Logam
Seng dalam bentuk Oksida.
2. Telah banyak dilakukan
penelitian mengenai pengolahan dan sintesis ZnO
3. Metode yang paling
umum digunakan adalah presipitasi dengan menggunakan senyawa kimia untuk
leaching seperti HCl, H2SO4, CH3COOH, dll. Dan menggunakan senyawa hidroksida,
oksalat, dan beberpa senyawa lain untuk proses pengendapan.
4. Pada
penelitian ini, merupakan penelitian pertama yang melakukan pengolahan limbah
galvanis menggunakan gliserol (tanpa menggunakan asam), sehingga metode baru
yang ditemukan ini merupakan
Aplikasi ZnO
Seng oksida adalah
suatu senyawa anorganik dengan rumus kimia ZnO. ZnO merupakan bubuk putih yang tidak larut dalam
air, dan senyawa ini banyak digunakan sebagai aditif dalam berbagai material
dan produk termasuk solar cell ,pigment, rubber,
obat-obatan, fotokatalis, thin film, kosmetik, baterai dan packaging.
ALUR PENELITIAN
Praktikum variasi suhu kalsinasi
1. Gliserol 50%, suhu kalsinasi 500 oC, 2 jam
• Sampel awal = 5,26 gr
• Cawan kosong = 32,97
gr
• Sebelum kalsinasi =
42, 81 gr
• Setelah kalsinasi =
37,41
• Berat hilang = 5,4 gr
• Berat sampel akhir =
4,44 gr
• Yield = (4,44 /5,26) x
100% = 84,41%
2. Gliserol 50%, suhu kalsinasi 400 oC, 2 jam
• Sampel awal = 5,10 gr
• Cawan kosong = 32,94
gr
• Sebelum kalsinasi =
42, 72 gr
• Setelah kalsinasi =
37,35
• Berat hilang = 5,37 gr
• Berat sampel akhir =
4,41 gr
• Yield = (4,41/5,10) x
100% = 86,,47%
3. Gliserol 50%, suhu kalsinasi 300 oC, 2 jam
• Sampel awal = 5,09 gr
• Cawan kosong = 32,95
gr
• Sebelum kalsinasi =
42, 52 gr
• Setelah kalsinasi =
37,70
• Berat hilang = 4,82 gr
• Berat sampel akhir =
4,75 gr
• Yield = (4,75 /5,09) x
100% = 93,32%
4. Gliserol 50%, suhu kalsinasi 200 oC, 2 jam
• Sampel awal = 5,06 gr
• Cawan kosong = 31,43
gr
• Sebelum kalsinasi =
40, 65 gr
• Setelah kalsinasi =
36,34 gr
• Berat hilang = 3,51 gr
• Berat sampel akhir =
4,41 gr
• Yield = (4,91/5,06) x
100% = 97,,03%
HASIL PENELITIAN
Perbandingan hasil variasi suhu kalsinasi
Pada suhu 200oC dan 300oC masih terlihat abu-abu
seperti sampel awal namun pada suhu 400oC dan 500oC telah
terjadi perubahan warna menjadi putih.Terlihat bahwa terjadi perubahan warna
secara signifikan antar suhu 300 dan suhu 400.
Suhu kalsinasi
berturut-turut 500oC, 400oC, 300oC, 200oC
1. Morfologi Limbah galvanis
Hasil Pada perbesaran 10000 kali terlihat perbedaan pada bentuk
(a) SE
(b) BSE
2. Morfologi Sampel G2
Hasil Pada perbesaran 10.000 kali
(a) SE
(b) BSE
3. Perbandingan Morfologi
Pada perbesaran 5.000 kali
a) Limbah galvanis b)G3
a) Limbah galvanis b)G3
KESIMPULAN
1.
Telah berhasil diolah limbah galvanis (berwarna abu-abu) menjadi ZnO
(berwarna putih) menggunakan gliserol.
2.
Fasa yang terbentuk pada variasi suhu kalsinasi 200OC, 300OC,
400OC, dan 500OC terbentuk fasa ZnO
3.
Pada suhu antara 300OC dan 400OC terjadi perubahan
signifikan warna sampel dari abu-abu menjadi putih.
4.
Terjadi perubahan morfologi sebelum dan setelah treatment menunjukkan
bahwa setelah treatment terbentuk morfologi yang hampir
menyerupai morfologi ZnO komersil dengan purity mencapai 99%
5.
Terjadi perumbahan ukuran partikel yang semakin kecil akibat perlakuan suhu









Komentar
Posting Komentar