Pertemuan ke-3 Rabu, 19 oktober 2017
MENGENAL MINERAL MANGAN (Mn) SUMBAWA
Oleh : Egi Subrata, S.T dan Imam Wierawansyah, S.T
Universitas Teknologi Sumbawa
A.Golongan / Periode : VII B / 4
Nomor Atom : 25
Fase : Padat
Titik Lebur : 1519 K / 1246 C
Titik Didih : 2334 K / 2061 C
Massa Atom : 54,9380 g / mol
Densitas : 7,34 g / cm3
Struktur Kristas : BCC
Konduktivitas Termal : 7,81 Vj
Modulus Young : 198 Gpa
Kapasitas Kalor : 26,32
B. Sifat Kimia dan Fisik Mangan
1. Logam keras, berwarna abu-abu merah muda
2. Sulit encer, mudah teroksidasi, Mn murni sangat kreatif dan bubuknya mudah tebakar oleh oksigen, larut dalam asam encer
3. Banyak terdapat di tanah (senyawa oksida dan hidroksida)
4. Jumlah banyak sebagai Pyrolusite (Mn O2)
Jumlah sedikit sebagai Rhodochrosite (Mn CO3)
C. Lebih dari 25 juta ton/ tahun di negara-negara seperti Afrika Selatan, Rusia, Ukrania, Gorgia, Gabon dan Australia.
D. Potensi Mn di Indonesia sekitar 13.015.340.000 m2
berada di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Sumsel, Bangka Belitung, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Kalbar, Kalsel, Sulawesi Utara, NTT dan Maluku.
E. Potensi Mangan di Sumbawa berada di Sumbawa Barat dan Sumbawa Timur berkisar 13.015.340.000 m2
F. Jenis-jenis Mangan
1. Pirolusit = Mangan Oksida, Mangan yang cukup penting
2. Manganit = Sistem krital monoklin
3. Psilomelane
4. Hausmanit
5. Rhodokrosit
6. Rhodonit = Bentuk Sulfida
G. Metode Pengelolahan Mangan
1. Dalam ilmu Metalurgi didefinisikan sebagi ikmu dan teknologi yang mempelajari proses vv pengolahan logam hingga tahapan pengolahan bijih mineral
2. Metalurgi dibagi menjadi dua :
- Metlurgi Ekstraksi : Proses kimia yang digunakan untuk mendapatkan kemurnian sebuah logam
- Metalurgi Fisik : Proses kebanyakan dengan fisik
3. Proses Ekstraksi Metalurgi :
1. Pyrometalurgi ( temperatur tinggi)
2. Hydrometalurgi (temeperatur renah dan pendinginn dengan cairan sebagi medianya)
3. Elektrometalurgi ( dengan prinsip elektrikimia dan temperaturnya bisa rendah ataupun tinggi)
H. Proses Hydrometalurgi terdiri dari 3 tahapan :
1. Leaching (pengikisan logam)
2. Pemekatan Larutan
3. Recovery
I. Keuntungan Proses Hydrometalurgi
1. Bijih tidak dipekatkan, hanya dihancurkan jadi bagian terkecil
2. Tidak perlu menggunakan batubara dan kokas
3. Polusi atmosfer berkurang
4. Metodenya cocok untuk bijih
5. Suhu proses rendah
6. Reagen nya murah dan mudah didapat
7. Hasil produk : Struktur nanometernya memiliki kemurnian yang tinggi
J. Proses Pyrometalurgi terdiri dari 3 tahapan :
1. Drying (pengeringan)
2. Calcining (Kalsinasi)
3. Roasting (Pemanggangan)
4. Smelting (peleburan)
5. Refining (Pemurnian)
K. Dampak Negatif Proses Pyrometalurgi
1. Panas berdampak pada para pekerja
2. Gas buangan mengandung racun
3. Debu berterbangan sekitar pabrik
4. Terak (slag) mengotori pemukiman pabrik
L. Contoh Ekstraksi Pyrometalurgi Pada Pembuatan Mangan Ferrit
- persiapan bahan : - bijih mangan >> (crushing dan milling) >> Mangan powder
- millscale >> Milling >> millscale
* kemudian keduanya dilanjut ke :
- Mechanical Alloying (dengan suhu 800-1000 derajat celcius)
- Kalsinasi selama 1 jam
- Mangan ferrit
- Karakterisasi MRD
M. Mn dan Panduannya terdiri dari Fe, Cu, Ni, Ti, Zn etc.
N. Aplikasi Mn di Bidang Industri
1. Industri baja
2. Industri Baterai
3. Industri Cat
4. Bidang Kesehatan
5. Katalis
6. Industri Elektron
7. Prosesor
8. Industri Keramik
Komentar
Posting Komentar